Kamis, 25 Oktober 2012

Saat Ponsel Menjadi Alat Mata-mata



Para peneliti dari lembaga militer Amerika Serikat telah menciptakan sebuah aplikasi yang mampu membuat peta 3 dimensi (3D) dari lingkungan sekitar ponsel pintar (yang telah ditanami aplikasi tersebut) berada. Sebuah kemampuan yang dapat membahayakan karena memungkinkan penyusup atau pelaku kriminal untuk mencuri informasi pribadi atau mengambil gambaran tentang lokasi yang akan diserang.

Naval Surface Warfare Center dan Indiana University di Amerika Serikat melakukan penelitian dengan menggunakan “PlaceRaider” yang mampu menyamarkan dirinya sebagai aplikasi kamera biasa pada ponsel pintar dengan sistem operasi Android.
Aplikasi ini mampu secara diam-diam menggunakan kamera pada ponsel untuk mengambil sebuah foto baru. Secara bersamaan, aplikasi ini juga mamapu mengumpulkan data orientasi fituraccelerometer (yang biasanya digunakan untuk mengubah tampilan layar, horisontal atau vertikal) pada ponsel, untuk menentukan posisi ponsel.
PlaceRaider kemudian mengunggah informasi tersebut pada sebuah komputer terpusat untuk selanjutnya memilih foto-foto terbaik dan mengubahnya menjadi peta 3D dari lingkungan sekitar ponsel berada.

Menurut Robert Templeman, seorang teknisi dari Naval Surface Warfare Center, “Dengan kemampuan ini, maka penyusup atau pelaku kriminal dapat dengan cepat menganalisa informasi-informasi yang sensitif dan sangat pribadi, tentunya dalam foto memiliki resolusi tinggi.”
Para pakar komputer menjelaskan bagaimana PlaceRaider mampu “mengizinkan” pembajak untuk memperbesar foto yang memuat informasi penting di sekitar ruangan, seperti laporan keuangan, nomor telepon, daftar pekerjaan pribadi atau kalendar dinding yang menujukkan jadwal perjalanan.
PlaceRaider juga mampu menunjukkan bagaimana foto 3D tersebut mampu memberi mata-mata dan pelaku kriminal sebuah alat untuk merencanakan sebuah pengintaian ataupun perampokkan. Special Force, salah satu unit pasukan terbaik dari militer AS mungkin juga telah menemukan alat yang berguna untuk melakukan pemantauan pada daerah-daerah berbahaya.
Sebuah demonstrasi pembajakan sebelumnya telah menunjukkan bagaimana caranya membajakmicrophones pada ponsel pintar untuk “mendengar” pembicaraan sensitif, atau untuk memanfaatkan fitur accelerometer untuk merasakan getaran dari papan keyboard sehingga mampu “membaca” setiap huruf yang diketik. (TechNewsDaily)

TELEMATIKA


Apa Itu Telematika?
Secara harfiah, telematika berasal dari bahasa perancis “telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi sendiri dapat diartikan sebagai sarana/prasarana, sistem, dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.

Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika. Telematika menunjuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekominikasi, media, dan informatika. Dalam Pengantar pada Mata Kuliah Hukum Telematikan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dinyatakan bahwa istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi.

Para praktisi menyatakan “telematics“ adalah singkatan dari “telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep computing and communication. Istilah telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media, dan
informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “the Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam pelbagai medium. Suatu ambigus jika istilah telematika dipahami sebagai akronim telekomunikasi, multimedia, dan informatika.

Perkembangan Telematika
Perkembangan telematika di Indonesia di bagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.
Pada masa pra satelit, yaitu sebelum tahun 1976 perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”.

Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia. Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta.

Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televise. Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.

Pada masa satelit, Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication).  Dengan semakin bergantungnya Indonesia pada teknologi satelit, muncullah sejumlah perusahaan yang bergerak dalam produksi perlengkapan terkait, seperti RFC (milik Iskandar Alisjahbana), LEN (milik Kayatmo), PT. INTI. Setelah periode itu, aspek bisnis di dunia telekomunikasi mencuat. Inovasi lebih banyak terjadi pada penyediaan layanan, sementara pengembangan teknologi untuk komponen berkurang.

Perkembangan teknologipun berkembang pesat, mulai dari pesawat telepon manual ke otomatis, dan dari analog menjadi digital. Pada gilirannya perkembangan ini menuntut adanya pengaturan infrastruktur dan standarisasi peralatan. Tak lama kemudian masuklah teknologi mobile-telecommunication.

Berkembanglah pemakaian handphone yang bardampak tumbuhnya usaha-usaha yang tidak hanya menyediakan layanan atau jejaring saja, melainkan juga membangun pabrik-pabrik dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan kabel. Menarik untuk dicatat bahwa di era serbuan bisnis telekomunikasi itu, ternyata kaidah dan aturan bisnis professional tidak sepenuhnya diikuti.
Perkembangan Telematika saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Pada segi hardware, telah banyak bermunculan produk-produk IT muktahir yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda. Telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil, dan teknologi yang sedang berkembang cepat ialah ponsel berbasis Android yang menjadikan alasan mengenai pesatnya perkembangan telematika yang memudahkan pengguna mengakses internet dengan praktis dan efisien. Kelengkapan fitur dan aplikasi pada android sangat multiuser sehingga pengguna dapat membuat aplikasi sendiri sesuai dengan kebutuhan. Apalagi salah satu aplikasi Android yaitu Tethering  atau pengganti modem sangat berguna untuk pengguna yang sering membawa laptop atau notebook. Dan kini masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mengakses internet kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja.

Trend Telematika Kedepannya     
Trend Telematika yang sedang berkembang karena Perangkat teknologi informasi (TI) saat ini, meski semakin murah, tetapi tetap menjanjikan konsumen untuk selalu terkoneksi dengan dunia maya. Ini dimungkinkan berkat kehadiran teknologi internet seperti teknologi jaringan kabel Ethernet, atau pun teknologi Wireless Local Area Network (WLAN) dan Wireless Fidelity (WiFi).

Saat ini bukan hanya komputer, notebook atau netbook saja yang berkembang ditelematika khususnya bidang teknologi informasi, tetapi ponsel dan smartphone, Internet Enabled Television (IETV), Blu-ray player, konsol game, sistem audio digital, eReader, Perangkat GPS, Komputer Tablet hingga Kamera Digital. Apalagi saat ini hampir semua ponsel, komputer tablet bersaing dari segi aplikasi dan kualitasnya.

Untuk ke depannya, pemanfaatan teknologi tepat guna dan kepekaan terhadap teknologi tentu sangat dibutuhkan dalam menanggapi proses perkembangan teknologi sesuai dengan standard masyarakat. Dan dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga tidak merugikan pihak lain dan tidak menguntungkan diri sendiri. Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.

Sumber:


Selasa, 29 Mei 2012

CERPEN


         PUPA’S FAMILY
Cerita ini aku dapat dari pengalaman pribadi. Berawal dari aku yang ingin masuk ke perguruan tinggi, dan akhirnya memilih Universitas Gunadarma sebagai pilihanku. Aku tertarik karena Universitas Gunadarma lebih unggul dalam perkembangan komputernya. Tetapi, aku sendiri saat itu. Teman-temanku yang lain berpisah-pisah, ada yang masuk UI, UGM, bahkan tidak sedikit yang diterima diluar kota.
Saat itu hari pertama masuk kuliah dan aku sendiri pada waktu itu. Tidak tahu letak gedungnya maupun kelasnya. Setelah aku mencoba bertanya kepada satpam dan mencari-cari, akhirnya ketemu juga kelasnya. Saat itu suasananya ramai sekali, ada seorang wanita yang duduk sendirian juga dan akhirnya aku menegurnya untuk memastikan bahwa kelasnya yang aku pilih adalah sama.
“Maaf, ini kelas 121 ya?” kataku pada saat itu.
“Oh,ya benar kok.” Jawabnya.
“Namanya siapa? Gw Kiki,” aku mencoba untuk berkenalannya dan duduk disampingnya.
“Iya kenalin gw Wida,” jawabnya senyum. Wanita itu terlihat baik dan manis, tetapi sedikit angkuh juga pikirku.
Lalu di sebelah Wida ada wanita berjilbab yang sedang ngobrol dengan wanita didepannya. Rambutnya panjang dan yah agak sedikit gemuk. Rasanya aku ingin berkenalan juga dengan mereka sepertinya asik membicarakan sesuatu ramai-ramai. Beberapa lama kemudian Wida berkenalan dengan kedua wanita disebelahnya. Dan ku tidak ketinggalan pastinya.
“Gw Kiki, namanya kalian siapa?” kataku.
“Gw Tasya,” akhirnya aku tahu wanita berambut panjang itu. Sepertinya dia orang yang humoris.
“Kenalin aku Ikhe,” dan wanita berjilbab itu bernama Ikhe ternyata.
Tidak lama dosen masuk ke kelas dan untuk pertama kalinya aku masuk kuliah. Sama sekali tidak terbayangkan bagaimana ke depannya. Maklum, aku masih terbawa suasana masa-masa SMA. Dan teman-teman baruku, Wida, Tasya, Dan Ikhe Duduk disebelahku. Akhirnya aku bisa mendapatkan teman baru dikampus ini. Semoga saja mereka oraang-orang yang baik dan aku tidak salah bergaul.
Ternyata ngobrol lama dengan mereka tidak membosankan. Apalagi tasya yang terus bercerita tentang SMAnya, dia lucu sekali. Wida yang menurutku terlihat sedikit angkuh, ternyata tidak sama sekali. Dia anak yang baik dan perhatian kepadaku. Sedangkan Ikhe, dia dari daerah Cirebon tempat asalnya. Cara bicaranya masih lugu dan dia paling pintar diantara kami bertiga.

*                      *                      *
Kira-kira sudah tiga bulan aku kuliah. Dan Wida, Tasya, Ikhe adalah sahabat baruku dikampus ini.  Ikhe tinggal di salah satu kos-kosan di jalan margonda dan itu salah satu alas an yang membuat kami lebih akrab, sering main ke kosannya Ikhe. Ternyata aku tidak salah bergaul. Mereka semua orang yang menyenangkan. Saat itu kami berada di kosan Ikhe,
“Eh, kita berempat buat nama yuk iseng-iseng aja,” kata Tasya.
“Nama apaan? Nge-gank nih ceritanya hehehe,” kataku.
“Yaaa nggak sih cuma biar enak aja gitu.” Dan akhirnya aku beserta ketiga temanku berpikir nama apa yang cocok untuk kita berempat.
“Gw tau pupa’s family aja gimana?” kataku bersemangat.
“Artinya apaan tuh?Gimana kalo singkatan nama kita berempat aja?”Ikhe menambahkan.
“Gw terserah kalian aja deh enaknya gimana, gw lagi ga ada ide nih” kata Wida juga.
“Iya Pupa’s Family itu artinya keluarga kepompong. Kitakan bagai kepompong persahabatannya hehehehe” aku mencoba menjelaskan.
Mereka semua tertawa terbahak-terbahak. Dan akhirnyaa mereka setuju dengan pilihan nama ini. Yah, Pupa’s Family. Sampai saat ini nama itu masih sering terdengar di kalangan aku dan teman-teman. Terkadang terjadi pertengkaran kecil diantara kami, namun itu tidak membuat kami menjadi jauh tapi menjadi lebih dekat. Aku beruntung memiliki sahabat seperti mereka. Begitu perhatiannya dan mereka sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri.  

 Created By:
Rizkia Tri Andani
10109200

Rancangan Penelitian


Penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah dalam mengkaji suatu masalah. Ini adalah salah satu cara manusia untuk memperoleh pengetahuan (menjadi tahu tentang sesuatu).
Pengertian Rancangan Penelitian (RP) Suatu kesatuan, rencana terinci dan spesifik mengenai cara memperoleh, menganalisis, dan menginterpretasi data.
Tujuan Pembuatan RP Menguji atau menemukan ilmu pengetahuan Memperoleh dana untuk membiayai penemuan baru Membantu mengatasi atau memecahkan masalah yang dihadapi masayarakat Menyelesaikan tugas akhir sekolah atau tugas akhir di perguruan tinggi. Mendisain RP sama dengan mendisain tulisan-tulisan ilmiah.
Sistematika Rancangan Penelitian
  1. Judul
  2. Latar Belakang
  3. Identifikasi Masalah
  4. Masalah Penelitian
  5. Tujuan Penelitian
  6. Manfaat Penelitian
  7. Kajian Pustaka
  8. Metode Penelitian
  9. Daftar Pustaka
  10. Lampiran-lampiran
Unsur-unsur di dalam RP Judul: Tujuan, indikator, atau variabel Masalah Sasaran penelitian: lokasi, objek (populasi & sampel) Prosedur pengumpulan data Cara mengolah, mengorganisasi, dan menyajikan hasil penelitian Komponen-komponen etika di dalam penelitian Referensi dalam pelaksanaannya, terutama di bidang pendidikan, penelitian mempunyai beberapa tahapan:
  1. Tahap memilih masalah penelitian
    Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan yang menyangkut persoalan yang cukup penting untuk dijadikan masalah penelitian. Masalah tersebut harus merupakan masalah yang dapat dijawab melalui penyelidikan ilmiah (Pertanyaan “Apakah kita perlu memberikan pendidikan seks di Sekolah Dasar?” adalah contoh pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara ilmiah karena menyangkut keyakinan dan nilai-nilai.) Selain itu, masalah tersebut harus juga merupakan masalah yang belum ada jawabnya (belum terjawab), tetapi sarana untuk mencari jawaban itu, yakni melalui pengumpulan dan
    analisa data, dapat diperoleh.

  2. Tahap analisis
    Sesudah masalah yang akan diteliti didefinisikan, tahap berikutnya adalah tahap analisis. Tahap ini memerlukan pengkajian yang mendalam atas hasil-hasil penelitian sebelumnya, yang mungkin telah dilakukan tentang masalah tersebut. Pembahasan hasil penelitian yang terkait ini sangat diperlukan guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai masalah penelitian tersebut, serta agar dapat memberikan latar belakang bagi perumusan hipotesis yang merupakan aspek penting dari tahap analisis ini. 

  3. Tahap memilih strategi penelitian dan membuat/memilih instrument
    Masalah penelitian yang dipilih akan menentukan metode penelitian yang harus digunakan. Ada masalah yang memerlukan eksperimehn, ada pula yang mungkin dapat diatasi dengan memakai strategi penelitian deskriptif. Berikutnya, pemilihan metode penelitian akan mempengaruhi penyusunan rancangan penyelidikan (design) dan prosedur pengukuran variabel. Alat pengukur variabel ini mungkin sudah tersedia dan merupakan alat pengukur baku, atau bisa juga masih harus dikembangkan dulu oleh peneliti sendiri.

  4. Tahap mengumpulkan dan menafsirkan data
    Konsekuensi-konsekuensi hipotesis penelitian yang dicapai melalui deduksi harus diuji terlebih dahulu. Oleh karena itu, tahap ini memerlukan pengumpulan data. Berbeda dari anggapan umum, tahap ini biasanya tidak memerlukan waktu yang lebih singkat daripada tahap-tahap perencanaan sebelumnya.
    Sesudah dikumpulkan, selanjutnya data (informasi) yang telah dikumpulkan itu harus dianalisis, biasanya dengan menggunakan statistic. Setelah itu, peneliti melakukan penafsiran yang tepat terhadap hasil penelitian yang diperoleh.

  5.  Tahap melaporkan hasil penelitian
    Agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan pengetahuan, hasil penelitian itu harus dikomunikasikan ke kalangan akademisi. Untuk itu, peneliti harus berusaha agar prosedur, hasil, dan kesimpulan penelitiannya disajikan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain, yang mungkin berminat terhadap masalah tersebut. Biasanya diperlukan suatu penyajian yang jelas dan ringkas entang langkah-langkah yang telah ditempuh dalam penelitian itu.

    Penelitian adalah cara untuk memperoleh informasi (biasa disebut data) yang berguna dan dapat dipertanggung jawabkan. Tujuannya adalah untuk menemukan jawaban atas persoalan yang berarti, melalui penerapan prosedur ilmiah. Untuk dapat digolongkan sebagai penelitian, suatu penyelidikan harus melibatkan pendekatan ilmiah seperti yang diterangkan di atas. Meskipun mungkin dilakukan di tempat yang berbeda dan menggunakan metode yang berbeda, secara universal penelitian merupakan suatu usaha sistematis dan obyektif untuk memperoleh pengetahuan yang dapat dipercaya.
Sumber:
http://www.kampus-info.com/2012/05/pengertian-penelitian.html
http://www.slideboom.com/presentations/185503/Pengenalan-Rancangan-Penelitian
http://www.scribd.com/doc/79966982/Rancangan-Penelitian-Sosial

Kamis, 22 Maret 2012

PERBEDAAN KARANGAN ILMIAH, SEMI ILMIAH, DAN NON-ILMIAH


Pengertian karangan ilmiah
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.
Tujuan penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian
Jenis karangan ilmiah banyak sekali, diantaranya makalah, skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian. Kalaupun jenisnya berbeda-beda, tetapi keempat-empatnya bertolak dari laporan, kemudian diberi komentar dan saran. Perbedaannya hanyalah dalam kekomplekskannya.
Ciri-ciri karangan ilmiah
Karangan ilmiah mempunyai beberapa ciri, antara lain: 
o   Pertama, jelas. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
o   Kedua, logis. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
o   Ketiga, lugas. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
o   Keempat, objektif. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
o   Kelima, seksama. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.
o Keenam, sistematis. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
o   Ketujuh, tuntas. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.
 Pengertian Karangan Semi Ilmiah
            Karangan Semi Ilmiah  adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan.  Penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam resensi, anekdot, hikayat, artikel, editorial, opini, feuture, reportase dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.

Pengertian Karangan Non-Ilmiah
Karangan non-ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar, topiknya dan cara penyajianya juga berfariasi, tapi isinya tidak didukung dengan fakta umum. Datanya dihasilkan bukan dari riset langsung melainkan hasil dari kesimpulan wawancara, atau bentuk lain.
Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah
·         Emotif. Kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
·         Persuasif. Penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
·         Deskriptif. Pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
·         Kritik. Tanpa dukungan bukti.
Macam-Macam Karya Non Ilmiah
·         Dongeng
Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.
·         Cerpen
Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.
·         Novel
Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif. Biasanya dalam bentuk cerita.

Sumber :


Kamis, 08 Maret 2012

SIAPA SAYA ?

Nama saya Rizkia Tri Andani duduk dikelas 3KA01 dan kuliah di Universitas Gunadarma. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 16 Mei 1991 dan lahir dengan sehat. :)) Saya mempunyai 3 bersaudara dan saya anak terakhir. Hobi saya mendengarkan musik, membaca buku, jalan-jalan dan kumpul-kumpul sama teman. Alamat rumah saya Pondok Gede Bekasi. Saya sangat menyukai Harry Potter dan Glee. Bagi saya keduanya merupakan hal yang penting dan membuat saya semangat. :)) Saya juga menyukai musik bergenre tahun 90an karena tidak membosankan dan tetap enak didengar.  Menurut orang-orang terdekat dari segi positifnya saya orang yang peduli dan setia kawan. Tetapi, segi negatifnya saya orang yang cerewet, plin plan dan banyak bertanya. Saya paling tidak suka orang yang egois dan mau menang sendiri, menurut saya orang yang egois dan mau menang sendiri itu orang yang mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan disekitarnya. Saya sangat mencintai keluarga, kucing saya (cemong, belang, bule ) dan teman-teman di 1KA03, 3KA01 dan khususnya Pupa's Family. :))

INDUKSI DAN DEDUKSI



A.Induksi
Induksi adalah  proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau pristiwa-pristiwa dan hal-hal yang lebih kongkrit dan khusus untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih umum seperti :
Besi di panaskan memuai
Seng di panaskan memuai
Emas di panaskan memuai
Perak di panaskan memuai
Besi, Seng, Emas dan Perak adalah logam
Jadi : Setiap logam yang di panaskan akan memuai.
Contoh :
Kebijakan yang diterapkan Jepang itu akhirnya sampai juga ke Indonesia. Rakyat diminta menanam pohon jarak sebagai tanaman pagar. Tanaman ini diyakini dapat menggantikan bahan bakar fosil yang selama ini dipakai secara luas di seluruh dunia.Itulah sekelumit sejarah pemakaian minyak jarak di Indonesia.

Cara penalaran Induksi ada dua keuntungan adalah sebagai berikut :
Kita dapat berpikir secara ekonomis meskipun ekperimen kita terbatas pada beberapa kasus indivudual
Pernyataan yang di hasilkan melalui cara berpikir Induksi memungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara Induktip dan Deduktip
Ada dua macam Induktif adalah sebagai berikut :

a. Induksi sempurna
Jika putusan umum itu merupakan penjumlahan dari putusan khusus, maka Induksi itu sempurna misalnya :
Jika dari masing-masing Mahasiswa pada suatu Fakultas, diketahui bahwa ia warga Negara Indonesia. Maka dapat diadakan putusan (umum) semua Mahasiawa Fakultas itu warga Negara Indonesia.

b. Induksi tidak Sempurna
Jika putusan umum dari Induksi yang bukan merupakan penjumlahan, melainkan seakan-akan loncatan dari yang khusus kepada yang umum, itulah Induksi yang tidak sempurna.
Induksi tidak sempura ada dua macam lagi demi sifat yang di milikinya dalam kekuatan putusan yang ternyata :
Dalam ilmu alam (sciences) utusan yang tercapai melalui Induksi tidak sempurna berlaku umum, mutlak, jadi tak ada kecualinya. Hukum air mengenai pembekuannya tak mengizinkan pengecualiannya. Tidak ragu-ragu ilmu berani meramalkan tentang pembekuan itu.
Ketika ilmu mempunyai objek yang terjadi bisa kena pengaruh dari manusia yang sedikit banyaknya dapat ikut menentukan kejadian-kejadian yang menjadi pandangan Ilmu, maka pula hal lainnya. Ilmu tersebut di namakan Ilmu sosial serta objek penyelidikannya terpengaruhi oleh kehendak manusia.